Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

Diresmikan pada tahun 1968, Taman (TIM) berperan sebagai   sebuah fasilitas  publik  dan  menjadi  ruang ekspresi seni dan budaya  di Jakarta.

Konsultan Basic Design Kawasan
JAKKON

Konsultan Arsitektur
Andra Matin

Diresmikan pada tahun 1968, Taman (TIM) berperan sebagai   sebuah fasilitas  publik  dan  menjadi  ruang ekspresi seni dan budaya  di Jakarta.  Seiring dengan berjalannya waktu,  kini kondisi  beberapa massa  bangunan, fasilitas penunjang,  dan   lanskapnya  sudah    tidak   berfungsi  secara optimal.

Pada   tahun   2018 silam, Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta  berencana untuk merevitalisasi  Taman   Ismail  Marzuki.   Dengan menerapkan konsep revitalisasi sebagai sarana kolaborasi seniman dalam bidang seni, budaya dan Pendidikan maka Jakkon berkolaborasi dengan arsitek Andra Matin yang memenangkan sayembara hasil desainnya pada tahun 2017, Taman  Ismail Marzuki  akan  direvitalisasi  untuk  mengembalikan fungsi dasarnya sebagai   ruang  terbuka hijau,  serta   pusat   seni  dan budaya    sehingga   diharapkan  akan   menjadikannya  kembali sebagai  ikon baru kota Jakarta.

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki dirancang dari akar semangat budaya lokal yang dipadukan dengan konseop modernitas, keindahan, kenyamanan dan keasrian lingkunngan. Revitalisasi ruang public ini bertujuan untuk mengembalikkan TIM sebagai pusat kesenian sebagai pusat kesenian yang memiliki tiga sub-tujuan yaitu sebagai laboratorium, etalase dan barometer seni.